Ulasan Puisi "100 Chairil Anwar Masa Kini" (12)
Maki kita simak puisi Karya perempuan penyair asal Bekasi , Tarni Kasanprawiro. Jika Aku Boleh Bicara. Membandingkan karya Chairir dan 100 Chairil Anwar Masa Kini. Tentu kata Arifin Brandan beda peradaban. Namun demikian puisi kadang memiliki tujuan yang sama bagi penyairnya. Tarni Kasanprawiro hendak mengungkapkan isi hatinya. Judulnya memberi penerang isi bahwa ada belenggu dalam dirinya. Bait pertamanya menceritakan kesan diri yang begitu panjang. Namun juga menyadari kodratnya sebagai manusia seperti pada bait kedua.
Pada bait terakhirnya optimesme pun dibangun dan tegas, seperti baris bagusnya ini :
;;.../...terselip sudah di lipatan buku-buku purba
yang konon katanya, tanpa mereka
dunia akan kiamat, segera//
Agaknya Tarni Kasanprawiro mengambil keputusan bahwa bukan berarti tak boleh membaca karya sastrawan terdahulu tetapi kita harus berani membuat sesuatu yang baru, yang tak seperti dulu agar bermakna. (Rg Bagus Warsono)
Tarni Kasanpawiro
JIKA BOLEH AKU BICARA
aku ingin merdeka
dari belenggu rasa yang menyiksa
ketika rambut kehilangan mahkota
mata yang indah kehilangan binarnya
bibir yang manis lupa caranya menyapa
senyum yang katanya sedekah
kini telah terlapisi burka
hidup yang hanya sementara
terpenjara ribuan jeruji kata-kata
siang dan malam dibayang-bayangi dosa
ancaman siksa turut merusak suasana
suara yang merdu tarian yang indah
pun tak luput diberinya garis merah
lengkapi daftar buku para pemujanya
pelangi yang indah kehilangan warna
hanya hitam yang mendominasi semua
di mana bisa kutemukan bukumu bunda
habis gelap terbitlah terang yang mendunia
kini lihatlah rumah kita dipenuhi hitam pekat
tak ada lagi senyum ceria di bawah purnama
dan juga nyanyian bocah tertawa renyah
terselip sudah di lipatan buku-buku purba
yang konon katanya, tanpa mereka
dunia akan kiamat, segera
Cibitung, 26 Juli 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar