Ulasan Puisi 100 Chairil Anwar Masa Kini (9)
Masih Tentang Chairil Anwar, kali ini Penyair Cianjur Ence Sumirat menorehkan puisinya berjudul "Depan Makam Chairil" . Ence Sumirat melukiskan bagaimana Chairil menjadi sosok penyair yang dihormati hingga kini yang sudah seabad lamanya. Bahkan batu nisannya tetap dipelihara oleh kita semua sebagai penghormatan kepada pujangga angkatan '45 itu. Disana Chairil yang berbaring di keabadian itu terus menghembuskan aroma perjuangannya dimasa Chairil hidup. Ence Sumirat melukiskan betapa sosok Chairil begitu besar pengaruhnya dalam perkembangan puisi di Indonesia. Pada baris baris puisinya menegaskan bahwa puisi-puisi Chairil Anwar terus hidup. Bahwa perjuangan Chairil lewat puisi menjadi nafas perjuangan kita semua penyair Indonesia.
Puisi pendek Ence Sumirat tampak padat dan apalagi Depan Makam Chairil. (Rg Bagus Warsono).
Ence Sumirat
DEPAN MAKAM CHAIRIL
Tanah merah masih tetap basah
Saat jutaan doa tumpah ruah
Pancang nisan berdiri kokoh bertahan
Dalam aroma pekat kerinduan
Seabad sudah
Terbaring pejuang kata
Yang takhenti menghunus cinta
Menjaga marwah manusia
Genap bakti usai menderma
Bersama keagungan jiwa
Di keabadian
Tuhan telah janjikan
Rumah puisi hakiki kemerdekaan
Seperti yang sering ia dengungkan
Pada setiap napas perjuangan
Cianjur 26 Juli 2022
*Ence Sumirat lahir di Cianjur tahun 1971.
Belajar menulis puisi secara otididak yang karyanya banyak dimuat media cetak dan online. Puisinya banyak terkumpul dalam antologi bersama. Kini menetap di perum Kota Baru Kec. Cilaku-Cianjur, Jawa Barat 43285.,fb:ence sumirat email : istimewa32@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar